Tips Buka Usaha Konter dan Servis Handphone agar Sukses

Seiring dengan kemajuan tekhnologi dan perkembangan handphone saat ini yang semakin pesat dan menjamur, tentu akan sangat memberikan peluang bagi para pengusaha baru untuk membuka bisnis konter atau jual-beli ponsel bekas dan servis ponsel atau penyedia pulsa. Perlu Anda ketahui bahwa perkembangan bisnis di bidang gadget khususnya cellphones sangat menjanjikan di masa yang akan datang, karena dalam dunia IT tidak akan pernah "Mati", tetapi sebaliknya akan terus berkembang dan membuat peluang-peluang baru di dunia usaha kita. Untuk dapat memberikan image yang baik pada kualitas layanan konter servis, berikut ini ada beberapa kunci sukses yang wajib Anda perhatikan.

1. Menguasai Teknik Servis Handphone
Sebagai seorang pemilik konter dan teknisi servis handphone, Anda selayaknya selalu mengikuti perkembangan setiap detil jenis hp, merk, tipe, fitur dan asal negara yang mengeluarkan produk setiap merk HP. Sangat disarankan untuk atif di berbagai forum teknisi servis ponsel, memiliki data program repair yang lengkap dan memiliki jaringan komunitas yang cukup luas. Juga sangat dianjurkan untuk memperbanyak membaca buku, majalah khusus dan browsing internet yang berkaitan dengan perkembangan teknologi di dunia gadget/khususnya handphone.

2. Layanan Servis
Berikut ini tip yang simpel dalam layanan servis ponsel:

a. Bertanggung jawab penuh kepada pelanggan atas layanan servis yang Anda kerjakan.

b. Memiliki sistem usaha, salah satu contoh adalah memiliki nota servis untuk melindungi kedua belah pihak antara pelanggan dan konter servis Anda. Nota ini sangat bermanfaat untuk melindungi masalah yang tidak kita harapkan di kemudian hari. Nota harus berisi catatan detil dan rinci dengan berisi : Nama, alamat, no telepon, tanggal diterima, jenis dan merk ponsel, tanggal pengerjaan, kondisi kerusakan, tanggal beres servis, tanggal pengambilan pelanggan. Lalu Anda harus mencatat kondisi ponsel saat diterima seperti: tanpa baterei, cacat pada casing atau lcd dll, waktu garansi servis, harga spare part, biaya operasional dan ongkos servis. Catatan: nota harus dimiliki oleh kedua belah pihak antara pelanggan dan konter servis.

c. Memiliki kemampuan untuk melakukan pemeriksaan kerusakan dengan cepat dan benar, memberitahu kondisi barang dan perkembangannya pada pemilik, Jangan langsung mengganti komponen yang rusak apabila belum mendapat persetujuan dari pemilik barang.

d. Berusaha untuk menumbuhkan kepercayaan dan keyakinan dari pelanggan bahwa cara kerja Anda dinilai sebagai profesional dengan cara berkomunikasi yang baik dan sopan, memberikan informasi sebanyak mungkin tentang jasa servis yang Anda lakukan, memberikan saran dan tip untuk pelanggan tentang bagaimana menggunakan ponsel yang baik dan benar agar tidak cepat rusak. Saya jamin hal-hal semacam ini akan menimbulkan pandangan positif dari pelanggan.

e. Menggunakan nomor layanan urutan agar rapi dalam memberikan layanan servis, dalam arti urutan pertama akan dikerjakan terlebih dahulu dan kedua serta urutan selanjutnya kemudian.

f. Memberikan garansi servis yang layak dan sesuai persyaratan untuk memberikan kenyamanan dan umpan balik dari Anda kepada pelanggan.

g. Jika proses pengerjaan servis sudah beres total. secepatnya Anda memberitahukan kepada pelanggan, apalagi jika waktu pengerjaan mundur dari perkiraan waktu yang di janjikan. Hal ini akan memberikan dampak positif dari pelanggan yang merasa senang atas respon dan perhatian Anda.

3. Biaya Ongkos Jasa Servis
Setelah memberikan pelayanan secara profesional dengan perbaikan handphone yang prima. Kini saatnya bicara biaya servis, Anda bisa memperkirakannya sesuai dengan kondisi hp pada tingkat kerusakan dan penggantian spart part jika diperlukan. Berikut ini anjuran saya yang bisa Anda gunakan:
  •  Memastikan biaya servis terbesar ditekan sampai di bawah 70% dari harga perkiraan ponsel bekas, jangan lakukan perbaikan jika melebihi gudget tersebut.
  •  Memastikan ketersediaan spat part jika itu memungkinkan dan diperlukan.
  •  Jangan lakukan perbaikan jika sarana dan alat tidak memungkinkan/mendukung, atau mungkin Anda bisa konsultasikan dengan teman atau rekan teknisi senior.
  •  Mempelajari resiko pada setiap kerusakan yang dihadapi dari setiap barang yang diterima agar mampu membadakan biaya servis dan tingkat kerusakan. Meskipun mengalami kerusakan yang sama, tetapi mungkin langkah dan tindakannya harus berbeda.
  •  Memberikan jaminan uang kembali jika ternyata perbaikan yang telah dilakukan ternyata idak berhasil atau gagal. Hal ini akan memberikan kepercayaan kepada pelanggan.
  •  Membuat catatan khusus tentang jenis, tipe dan merk hp, jenis kerusakan dan cara menanggulanginya, serta biaya yang dikenakan. Hal ini bisa di jadikan patokan untuk mempermudah proses servis berikutnya. Sekian dan selamat Berkarya.
Read More